MAUMERE,DELEGASI.NET- Letusan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flotim Propinsi NTT berdampak juga kepada warga di Kabupaten Sikka. Puluhan ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Kringa terpaksa dievakuasi ke Kota Maumere.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sikka Putu Botha menyampaikan paskah letusan warga Desa Kringa Kecamatan Talibura tampak panik, karena daerah ini menjadi langganan ancaman abu vulkanik dan belerang.
Putu Botha bersama sejumlah staf BPBD Sikka langsung turun ke lokasi terdampak. Mereka menyisir sejumlah desa yang diperkirakan terdampak, antara lain Desa Kringa.
“Tadi kami sempat evakuasi beberapa ibu hamil. Mereka dievakuasi ke Puskesmas Beru untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas Putu Botha yang dihubungi dari Maumere
BPBD Sikka juga melayani pernintaan warga yang ingin dieevakuasi ke Kota Maumere. Mereka yang meminta dievakuasi adalah 7 orang ibu menyusui, 7 anak bayi umur 3-4 bulan, dan 5 orang anak usia 6-7 tahun.
“Ada warga yang sudah merasa tidak nyaman dengan hembusan debu vulkanik sehingga kami harus evakuasi,” jekas Putu Botha.
Selain ibu hamil dan ibu menyusui, BPBD Sikka juga membantu evakuasi kaum janda serta anak-anak. amereka dievakuasi di Rumah Tinggal yang posisinya berada di bagian belakang Roxy Swalayan.*** (Vicky da gomes)











