OELAMASI,DELEGASI.NET – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengikuti Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang yang terletak di dalam Kompleks Kantor Bupati Kupang di Jl. Timor Raya Km. 36, Oelamasi, Kabupaten Kupang, Rabu, (7/1/2026) siang.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kupang, Yosef Lede, unsur Forkopimda NTT dan Kabupaten Kupang, para Pejabat Sipil, TNI dan Polri, para perwakilan Penyuluh Pertanian, Satgas Swasembada Pangan serta perwakilan Petani.
Sementara itu, kegiatan panen raya dan pengumuman swasembada pangan tersebut dipusatkan di Karawang, Jawa Barat, dan dihadiri pula oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.
Tampak pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto dan juga para Kepala Daerah yang berkesempatan hadir.
Pengumuman tersebut dilakukan Presiden Prabowo di tengah hamparan sawah, dan ditandai dengan aksi simbolik menumbuk gabah bersama perwakilan Petani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Momentum tersebut menjadi penanda capaian strategis sektor pangan nasional setelah bertahun-tahun bergantung pada impor.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan bukti nyata kekuatan bangsa. Menurutnya, kemandirian pangan adalah fondasi utama bagi kemerdekaan dan kemajuan sebuah negara.
“Hari ini kita telah mencatat suatu kemenangan yang penting. Yang penting hari ini saudara memberi bukti yang nyata. Saudara telah mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia. Dengan mengucap bismillah pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan keberanian melakukan evaluasi demi menjaga keberlanjutan pencapaian tersebut. Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam khususnya pangan yang sangat besar, namun kekayaan belum dikelola secara optimal.
“Saya paham betul kekayaan yang kita miliki, tapi saya juga prihatin dan sedih karena selama ini banyak yang bocor akibat pengelolaan yang belum maksimal,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh Petani di Indonesia dan jajaran pemerintah atas kerja keras, pengabdian dan dedikasi serta menyebut pencapaian swasembada pangan yang diraih hanya dalam waktu kurang lebih satu tahun sebagai prestasi dan pencapaian yang luar biasa.
“Terima kasih kepada seluruh Petani, organisasi Petani, penyuluh pertanian dan semua pihak yang memberikan dukungan penuh. Sebagai putra-putri terbaik bangsa, saudara buktikan bahwa saudara bisa dan berhasil. Dalam satu tahun kita sudah swasembada dan tidak lagi bergantung pada bangsa lain. Saya bangga karena hari ini kita berhasil mengamankan masa depan Indonesia. Ini harus kita jaga dan kita harus konsisten, agar setiap tahun kita bisa terus swasembada,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menyebutkan, sebelumnya keraguan terhadap swasembada pangan sempat disampaikan langsung kepadanya oleh sejumlah tokoh nasional di negeri ini.
“Banyak tokoh nasional, tokoh penting ngomong ke saya beberapa waktu yang lalu, ‘Pak Bowo, nggak mungkin swasembada pangan di Indonesia’. Namun, berkat kerja keras kita semua, kita berhasil buktikan ini semua,” ujarnya.
Di hadapan para Petani dan pejabat tinggi negara yang hadir, Prabowo secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman beserta jajaran.
“Apresiasi juga kepada Pak Mentan dan jajaran. Bersama-sama, kalian telah mengamankan masa depan Bangsa Indonesia. Saya juga melihat tadi produk hilirisasi, pertanian luar biasa,” ucap Prabowo.
“Selain beras, saya juga dijanjikan oleh pak Amran, pak Wamentan didukung TNI-Polri bahwa jagung dalam waktu dekat juga akan swasembada. Ini akan buat pakan jadi murah untuk seluruh Peternak dan Petani kita. Ini akan turunkan harga pakan. Kita sudah turunkan harga pupuk, kalau bisa kita turunkan lagi harga pupuk,” jelas Prabowo disambut tepuk tangan para Petani yang hadir.
Swasembada Sektor Lain
Presiden Prabowo juga menegaskan Indonesia harus mencapai swasembada protein hewani yang bersumber dari ternak dan ikan. Untuk itu, pemerintah akan membuka ribuan desa Nelayan serta mengembangkan ratusan sentra budidaya ikan di berbagai wilayah daerah di Indonesia.
“Setelah ini, kita harus swasembada yang lain juga. Selain sektor perikanan, pemerintah juga akan membangun sektor peternakan secara besar-besaran di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan protein nasional,” kata Presiden.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan protein merupakan faktor penting bagi masa depan generasi penerus bangsa. Ia menekankan anak-anak Indonesia harus mendapatkan asupan protein yang cukup agar dapat tumbuh kuat, sehat, cerdas dan berprestasi.
“Rakyat kita, anak-anak kita harus tercukupi kebutuhan proteinnya. Mereka harus tumbuh kuat, tumbuh pintar, dan tumbuh menjadi masa depan Indonesia yang hebat dan cerdas,” tegasnya.
Mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo juga mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan stabilitas harga, khususnya bahan pangan dan lainnya sebagai prestasi selama masa kepemimpinannya.
“Menjadi presiden yang berprestasi bagi saya jika saya berhasil menurunkan berbagai harga bahan pangan dan menjaga stabilitasnya. Harga pangan turun, pupuk turun, benih turun harga untuk masyarakat kita turun dan terjangkau di semua bidang. Karena saya mau nanti anak-anak Petani, Nelayan kembali bisa sekolah yang tinggi, jadi insinyur, jadi dokter, jadi jenderal, sukses di semua bidang,” ujarnya. *** ( */ delegasi)
Sumber : biro adpim setda ntt











