KUPANG, DELEGASI.NET – Turnamen bola voli terbesar yang digelar Pengurus Provinsi PBVSI Nusa Tenggara Timur, Ben Mboi Memorial Cup 2025, kembali hadir dengan energi baru.
Sebanyak 32 tim dari berbagai kabupaten/kota di NTT telah memastikan diri berpartisipasi. Meski belum mencapai target panitia sebanyak 40 tim, jumlah tersebut sudah menunjukkan besarnya animo publik terhadap turnamen yang kini berkembang menjadi salah satu ikon sportainment di daerah ini.
Namun lebih dari sekadar kompetisi, Ben Mboi Memorial Cup 2025 dirancang sebagai gerakan membangun sumber daya manusia, ruang kreatif bagi kaum muda, sekaligus wadah aktivasi ekonomi lokal melalui UMKM dan komunitas ekonomi kreatif.
Ajang Olahraga yang Menjadi Gerakan Sosial
Ketua Panitia Ben Mboi Memorial Cup 2025, Ivan Rondo, menegaskan bahwa turnamen ini sejak awal disiapkan bukan semata-mata sebagai panggung pertandingan bola voli antartim terbaik di NTT.
“Turnamen ini bukan sekadar olahraga. Ini gerakan membangun generasi, gerakan menghidupkan ekonomi masyarakat, dan momentum memunculkan kreativitas anak muda Kota Kupang serta NTT,” ujarnya.

Di balik kompetisi yang akan mempertemukan atlet-atlet potensial dari 22 kabupaten/kota, panitia menempatkan visi besar Ayo Bangun NTT sebagai landasan penyelenggaraan. Menurut Ivan, hilirisasi olahraga harus dimulai dengan menciptakan ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas, serta kepercayaan diri anak muda.
Karena itu, Ben Mboi Memorial Cup 2025 bukan hanya menampilkan pertandingan bola voli profesional, tetapi juga menyiapkan panggung luas bagi pelajar SMA/SMK, konten kreator, dancer, musisi lokal, UMKM, dan komunitas kreatif.
Sportainment sebagai Wajah Baru Turnamen
Mengusung konsep Creative Sportainment, panitia menghadirkan formula yang memadukan olahraga, seni, hiburan modern, dan aktivitas ekonomi kreatif. Format ini membuat turnamen tampil lebih segar sekaligus merepresentasikan energi generasi muda NTT.
Salah satu program unggulan adalah Modern Dance Competition Tingkat SMA/SMK se-Kota Kupang. Ajang ini membuka kesempatan bagi pelajar, komunitas street dance, koreografer, hingga dancer lokal NTT untuk tampil di panggung utama.
“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang ekspresi dan pembentukan karakter. Anak-anak kita berlatih tampil percaya diri, bekerja dalam tim, dan berkreasi dengan identitas mereka sendiri,” kata Ivan.
Selain itu, panggung hiburan akan menghadirkan musisi lokal, DJ muda NTT, stand-up comedian, dan influencer media sosial untuk menarik keterlibatan publik, terutama kaum muda.
Ruang untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif
Ben Mboi Memorial Cup 2025 juga menjadi wadah untuk menghadirkan Zona UMKM, bazar kuliner, dan berbagai produk kreatif lokal. Panitia berharap area ini dapat menjadi creative market bagi para pelaku usaha kecil, sekaligus memberi mereka akses pasar yang lebih luas.
“Dengan ribuan penonton setiap hari, UMKM bisa naik kelas. Kami ingin event ini menjadi contoh konkret bagaimana olahraga dapat menggerakkan ekonomi,” kata Ivan.
Kolaborasi dengan komunitas ekonomi kreatif—mulai dari desain, fotografi, videografi hingga kerajinan tangan—akan memperkuat identitas turnamen sebagai ekosistem yang inklusif dan progresif.
Panggung Talenta, Momentum Menuju PON 2028
Tingkat partisipasi yang meluas menandai semakin kuatnya tradisi bola voli di NTT. Turnamen ini, menurut Ivan, menjadi ruang penting untuk memantau bibit pemain muda, memperkuat kompetisi antarwilayah, dan menyiapkan atlet menuju ajang yang lebih besar, termasuk Porprov dan PON 2028.
“Ben Mboi Memorial Cup ini rumah besar bagi generasi muda NTT — atletnya, senimannya, UMKM-nya, hingga komunitas kreatifnya. Semua punya tempat dan semua punya peran membangun masa depan daerah,” tegasnya.
Format Baru, Skala Lebih Besar
Tahun ini, turnamen hadir dengan skala yang lebih masif. Selain 32 tim bola voli, event ini juga melibatkan ratusan pelajar, puluhan UMKM, dan berbagai komunitas kreatif. Ribuan penonton diperkirakan hadir setiap harinya.
Panitia optimistis bahwa Ben Mboi Memorial Cup 2025 akan menjadi salah satu event paling inspiratif di NTT, bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dalam menciptakan ruang pembelajaran, ruang ekonomi, dan ruang kreativitas bagi generasi muda.
“Ini turnamen, ini panggung seni, ini pasar UMKM, ini ruang ekonomi kreatif, dan di atas semuanya, ini gerakan bersama membangun NTT,” pungkas Ivan.
//Delegasi(Hermen)











